Kamis, 15 November 2012

Te Makkelijk om Vlienders te Hebben...!!!


Beberapa hari yang lalu saya pernah menulis status (dalam bahasa Belanda) di BBM saya seperti ini:

"Te makkelijk om vlienders te hebben, maar te moeilijk om het te krijgen, eigenlijk nooit kriigen"

Kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, kurang lebih seperti ini artinya:

"Terlalu mudah untuk jatuh cinta, tetapi sangat susah mendapatkannya, bahkan sebenarnya tidak pernah mendapatkannya"

Well, itu memang curhatan saya, dari dalam hati yang sangat dalam sekali. Iya betul, saya memang mengakui kalau saya memang termasuk orang yang sangat mudah untuk jatuh cinta, atau mungkin sebenarnya adalah mudah suka seseorang, mudah kagum hanya dalam waktu sekejap. Yups, that's me, truly me. Saya bisa loh langsung suka dan kagum dengan seseorang hanya pada saat pertama kali melihat. Rasa suka itu bukan hanya sekedar fisik saja, tetapi karena kharisma dan pembawaan yang menyilaukan mata hati saya, hahaha.... *lebay tingkat langit ke-7*

Tetapi seperti yang saya tulis di status saya tersebut, rasa suka tersebut tak pernah bersambut gaung, bisa dikatakan selalu bertepuk sebelah tangan. Bisa terjadi karena memang dia tidak suka kepada saya, atau mungkin juga karena saya terlalu takut untuk mengungkapkannya kepada dia. Intinya, yaahh saya selalu gagal mendapatkannya.

Apakah hal ini membuat saya kapok untuk suka kepada seseorang?? Jawabannya tentu saja tidak. Saya tidak takut untuk suka kepada seseorang, toh kan perasaan kadang tak bisa juga dicegah. Masa seh kita bisa melarang hati kita untuk tidak suka kepada seseorang yang jelas-jelas telah membuat kita terkagum padanya, hehehe. Saya tidak pernah takut, tapi pengalaman-pengalaman yang lalu membuat saya lebih tangguh menghadapi kenyataan buruk kalau cinta bertepuk sebelah tangan. Bisa dibilang saya sedikit imun dengan kegagalan cinta. Gagal dapet yang satu, saatnya siap-siap buat suka dengan yang baru dunk, hahahah.

Semoga suatu saat nanti ada seseorang yang bisa menepuk tangan saya dengan cintanya, hahaha...

Salam cinta,


Acit Hamid






1 komentar: